Bukan Memandang Parpol, Pemilih di Kalsel Memilih Faktor Ini
BANJARMASIN – Figur-figur yang ingin maju di Pilkada Kalsel 27 November mendatang, begitu masif mendatangi partai politik (parpol). Tentu saja dengan harapan didukung hingga diusung saat pencalonan.
Bila mendapat dukungan parpol, apalagi dengan jumlah kursi di DPRD memenuhi minimal 20 persen, calon pun sudah resmi mendapat tiket kontestasi kepala daerah. Tak hanya mendapat perahu, mesin politik parpol pun bisa digunakan menggalang suara.
Di Kalsel, beberapa parpol naik daun setelah Pilpres lalu. Perolehan suara para pendukung dan pengusung Capres dan Cawapres turut terdongkrak. Lalu sejauh mana dampak hasil Pilpres lalu dengan Pilkada di Kalsel. Khususnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub)?
Pengamat politik Fisip ULM, Prof Bachrudin Ali Akhmad menganalisis dampak hasil Pilpres dengan Pilgub Kalsel nanti tak akan berjalan beriringan. Pemilih di Kalsel tak memandang calon dari partai apa, termasuk dukungan saat Pilpres lalu. “Figur lebih berperan besar. Kepopulerannya dan keterpilihan yang utama,” sebutnya.
Partai sebagai alat untuk meningkatkan kepopuleran dan elektabilitas calon. “Tak akan berhubungan dukungan saat Pilpres lalu dengan Pilgub mendatang,” ulasnya.
Menurutnya, pemilih di Kalsel sudah semakin dewasa dalam menentukan pemimpin mereka. “Sosok yang utama, bukan parpol. Mayoritas pemilih lebih memilih figur, bukan parpol pengusung,” tukasnya.
Di pemilih muda dan milenial lain lagi. Mereka lebih condong akan memilih calon pemimpin yang bisa mengakomodir tuntutan dari generasi muda. Terutama dari sisi kemudahan usaha dan peningkatan ekonomi.
Pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel akan dibuka 27 Agustus sampai 29 Agustus mendatang. Mereka para pendaftar akan ditetapkan sebagai calon pada 22 September, setelah sebelumnya dilakukan penelitian persyaratan calon.
“Saat ini proses tahapan calon perseorangan, yang masih berlangsung sampai 19 Agustus mendatang. Setelah itu, baru dibuka pendaftaran untuk usungan Parpol,” terang Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Kalsel, Nida Guslaili.
Editor: Eddy Hardiyanto
Diposting M. Syarifuddin
sumber : https://radarbanjarmasin.jawapos.com/politik/1974648939/bukan-memandang-parpol-pemilih-di-kalsel-memilih-faktor-ini
Komentar
Posting Komentar